Senin, 20 Juni 2011

PUBERTAS PADA PEREMPUAN

Perjalanan sel telur
Pada masa pubertas (sekitar usia 11 – 12) , hormon tertentu di otak mengirim berita pada indung telur untuk memproduksi hormon seks estrogen dan progesteron. Estrogen memberitahu sel telur untuk berkembang/matang. Biasanya sel telur matang satu per satu. Sekitar satu bulan satu kali indung telur melepas satu sel telur yang ‘matang” (disebut ovulasi). Sel telur atau ovum berjalan ke saluran indung telur (falopi) dan terus sampai ke rahim. Di saluran ini sel telur bisa bertemu dan bersatu dengan sperma yang masuk melalui vagina kalau terjadi hubungan seksual antara laki dan perempuan. Hubungan seksual adalah pertemuan organ seks laki-laki dan perempuan sampai sperma laki-laki masuk melalui vagina perempuan dan bersatu dengan sel telur. Telur yang sudah dibuahi sperma pelan-pelan akan melekat pada dinding rahim dan tumbuh menjadi bayi selama 9 bulan. Bila sel telur tidak bersatu dengan sperma setelah meninggalkan indung telurnya, maka tidak akan terbentuk bayi. Sel telur akan pecah dan bersama sebagian dinding rahim dimana sel telur itu bersarang akan luruh / keluar melalui vagina dalam bentuk darah. Inilah yang disebut menstruasi atau haid. Pada waktu haid pakailah pembalut untuk haid (softex, tampon, dll) yang harus diganti beberapa kali sehari. Selain itu, pada masa haid cucilah vagina dengan air bersih. Salah satu keterampilan hidup adalah kemampuan merawat kesehatan dan kebersihan organ reproduksi kita dengan benar. Menstruasi atau haid terjadi setiap bulan selama beberapa hari. Haid kadang-kadang disertai rasa sakit/mules, bau badan, kesal, cepat marah, dll. Berusahalah mengerti perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri kita (mengenal diri) agar kita siap dan bisa mencari cara yang tepat untuk menghadapinya. Ketika mengalami haid, dan ada yang tidak kamu mengerti, maka janganlah ragu untuk bertanya pada orang dewasa. Pada saat seperti ini kemampuan untuk berbicara dan bertanya (berkomunikasi) secara terbuka dengan orang lain sangat penting karena hal itu bisa membantu kita mengatasi rasa cemas, khawatir atau takut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar